U-Kiss Series [Soohyun – Part 3]

Title: Red Rose

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Shin Soohyun, Park Ahra, Shin Soohyun (Junior), Han Sooyoo, Shim Eunri

Genre: Friendship, romantic, comedy (?)

Rating: T

Length: Series

Last Part: Alexander = Part 1, Part 2, Part 3
Soohyun = Part 1, Part 2

Cerita tentang kehebohan Soohyun dan Ahra berlanjut. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah akan berantem terus atau baikan? Okeyy, cekidot!


BRAAKK!

“AHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Refleks, aku membukam mulutnya karena ia berteriak sangat keras. Orang-orang menatap ke arah kami, saat menyadari itu, aku langsung menyingkirkan telapak tanganku dari mulutnya. “Heh, yaoja sinting, kalo mau teriak mikir-mikir dulu dong!”

“Lagian kamu ngapain bikin aku kaget, hah!? Gak punya sopan santun kamu!?” bentaknya galak.

“Idihh, galak bener. Heh, kamu tu yang gak punya sopan santun, kemaren ngejek-ngejek aku padahal kita kan belum kenal. Dasar yeoja aneh!” kini gantian aku yang menjulurkan lidah padanya. Setelah itu aku pergi meninggalkannya yang keheranan.

Ahra POV

Apa-apaan sih dia!? Pagi-pagi sudah bikin masalah! Sebeeelll!!!!!! Soohyun jelek! XP

“Ahra-ah, bagaimana bisa kau berurusan dengan Soohyun?” suara itu berasal dari sebelahku, saat aku menoleh, Kang Daesung Big Bang sobat Soohyun disekolah bisa-bisanya bertanya padaku (beruntung).

“Ah, kenapa kau tidak tanya pada dia saja? Menyebalkan sekali!”

“Dia tidak akan menjawab kalau aku bertanya padanya.” Daesung lalu duduk disebelahku. Mau tidak mau, aku harus menjelaskan semuanya. Aku menceritakan pada Daesung sejujur-jujurnya mengenai awal pertemuan kami. Disaat kami bertabrakan hingga tadi. Daesung diam menyimak, ia menompang kepalanya dengan tangannya.

“Sebaiknya kau cepat-cepat minta maaf.” ujarnya datar.

“Hah!? Aku? Minta maaf padanya?” aku menghela nafas sebentar, “Gomawo, tapi aku tidak akan melakukannya.” aku pergi dari tempat itu segera, sebelum aku berubah pikiran!

+ + +

Soohyun POV

“Hyunnie-ah…, aku bertengkar dengan yeoja aneh tadi.”

“Mwo!? Jinjja? Aneh sekali?” Hyunnie menatapku lekat-lekat.

“Aneeeeeeeeehhhhhh sekali.(Mian, ahra^^)” aku menghempaskan tubuhku ke sofa dikamar Hyunnie (Soohyun lagi main dirumah Hyunnie, nih!).

“Siapa namanya?”

“Entahlah.” jawabku sambil mengangkat bahu.

“Aku ingin tau namanya…” pinta Hyunnie sambil menarik-narik bajuku.

“Aku tidak ingin mengetahuinya.” tolakku singkat, biasa kami selalu berkeinginan sama, namun kali ini berbeda.

“Ayolah, hyung! Tanyakan namanya!” desak Hyunnie.

“Sirreo.” Hyunnie terus memaksaku. Karena kesal, aku beranjak pergi dari kamarnya dan membanting pintu. Setelah itu aku kebawah menghampiri Shin ahjumma atau eomma Hyunnie yang sedang memasak sesuatu.

“Eomma, kau sedang masak apa?” tanyaku. (Sekarang Soohyun manggil eomma Hyunnie juga eomma. Kan sama” anaknya gitu, hhe ^^)

“Jajangmyun. Mau coba?” aku mengangguk lalu eomma memberikannya padaku. Aku mencicipi sedikit. (Jadi inget drama korea Coffee Prince yang Goo Eunchan makan jajangmyun edan banget!)

“Enak!” ucapku sambil tersenyum. Lagi-lagi eomma Hyunnie mirip dengan eomma-ku, aku jadi merindukannya.

“Hyung.” tiba-tiba Hyunnie sudah berada disebelahku. Terlihat dari wajahnya kucel.

“Pokoknya aku tetap tidak mau.” tuturku datar tanpa melihatnya dan sibuk dengan Jajangmyun-ku.

“Hyunnie, kau mau juga?” tanya eomma sambil tersenyum. Tanpa diduga-duga, Hyunnie menangis keras. Eomma yang kaget langsung menghampirinya.

“Hyunnie-ah, waeyo?!”

“Huaaaaaaaaaa!!!!!!!” tangis Hyunnie semakin keras, terpaksa aku menutup telinga.

Eomma berkali-kali menenangkan Hyunnie, namun ia masih saja menangis. Aku jadi merasa bersalah padanya. Kenapa sih!? “Baiklah! Aku akan menanyakan namanya, jadi jangan menangis lagi!” ucapku tegas. Mendadak Hyunnie menghentikan tangisannya.

“Jinjja?” tanyanya sambil menghapus air matanya. Aku mengangguk lemas.

“Eomma..! Aku mau jajangmyun-nya!” teriak Hyunnie semangat.

+ + +

Mau tidak mau aku harus menanyai nama yeoja aneh itu. Dengan lemas aku menghampiri Daesung yang sibuk dengan ponselnya. Daesung menoleh padaku dengan pandangan heran.

“Ya! Fighting!” ia memukul punggungku keras, aku merintih. “Ups, mian, hehe!” heuh, malah nyengir.

Yeoja aneh itu melintas didepanku tanpa ekspresi apapun atau memang dia tidak melihatku. Refleks aku memanggilnya, “YA! YEOJA ANEH!” ia menoleh dan menatapku tajam. Aku langsung menghampirinya.

“Mau apa kau!?” tanyanya galak.

“Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu.” jelasku dingin. Ia mendengus.

“Siapa juga yang mau ribut denganmu.” ia berlalu namun aku menahannya. Ia kaget lalu menoleh, beberapa saat kami saling pandang. Aku langsung menoleh kearah lain karena orang-orang kini menonton kami.

“Siapa namamu?” tanyaku tanpa basa-basi.

“Untuk apa?!” teriaknya kaget, wajahnya memang kaget sekali.

“Emang salah kalo aku pengen tau namamu?” aku meliriknya dengan tatapan bosan.

“Em…, Ahra, Park Ahra…” aku langsung pergi meninggalkannya.

Ahra POV

MWO!? Soohyun menanyai namaku?! Setelah aku memberitahunya ia meninggalkanku begitu saja. Apa yang akan terjadi? Apa dia menyewa preman untuk menyiksaku atau pembunuh bayaran???

Huaaaaaaaa……..

Aku tidak mau! Secepat mungkin aku menyusul Soohyun yang sudah jauh, berkali-kali kuteriaki namanya ia tidak menoleh juga. Dari arah berlawan ada segerombolan orang yang sedang berjalan, aku menerobos mereka tanpa ragu. Sialnya, aku kehilangan Soohyun yang entah kemana.

“Ahra!!!!” Eunri berlari menghampiriku, ngos-ngos’an. “Kenapa kau meninggalkanku?!” protesnya sambil berkacak pinggang.

“Mianhae, Eunri-ah. Ayo kita pulang!” ajakku sambil merangkul pundaknya. Namun Eunri tidak tersenyum, ia terlihat sangat kesal.

+ + +

Aku melempar tasku ke sembarang arah lalu menghempaskan tubuhku ke kasur. Sambil menatap langit-langit kamar, aku membayangkan wajah Soohyun yang menatapku tadi. Sangat indah…

Niga mworago dodaeche mworago naege mworago
Wae jaggu nal himdeulge haneunde
Mworago dodaeche mworago naege mworago
I stay Hey

Ponselku berbunyi, ada pesan masuk.

From: Hyunna Ahjumma

Ahra,
hari ini kau akan kesana ?

Aku tersenyum kecil lalu membalasnya.

To: Hyunna Ahjumma

Ne.
Aku akan kesana.

Bangkit, lalu pergi ke kamar mandi. Selesai mandi aku berganti baju lalu berjalan keluar kamar sambil membawa jaket coklatku.

“Nona, anda mau kemana?” seorang pelayan yang lewat menanyaiku.

“Aku ingin kesana.” ucapku singkat, ia mengangguk tanda mengerti lalu pergi.

Aku menyetir mobilku menuju ke suatu tempat. Tempat yang penuh kenangan pahit.

Soohyun POV

Saat aku melangkah masuk ke lapangan, Hyunnie berlari menghampiriku. “Hyung!” panggilnya sambil tersenyum ceria.

Aku membalas senyumannya lalu membungkuk agar sejajar dengannya. “Aku sudah tau namanya.” pamerku. (suombooonggg)

“Siapa dia?”

“Ahra, Park Ahra.” jawabku mantap. Ia mengangguk lalu menarikku ke bangku.

“Tunggu aku disini, aku mau main dulu.” ujarnya lalu pergi meninggalkanku. Aku duduk lalu menonton Hyunnie yang main kejar-kejaran dengan teman-temannya. Anak SMA yang waktu itu aku tonton pun ada disini. Tapi aku ingin melihat Hyunnie, seperti Sooyoo waktu itu.

Merasa ada seseorang disamping bangku, aku menoleh. “Ahra…??” tanyaku tak percaya.

“Soohyun?” ia juga kaget sama sepertiku. Hyunnie menghampiriku lalu melihat Ahra.

“Hyung, siapa dia?” tanyanya tanpa basa-basi. Aku mengelus kepalanya sambil tersenyum.

“Bukan siapa-siapa.” jawabku santai. Saat aku melirik kearah Ahra, sepertinya ia marah karena jawabanku. Hyunnie menghampiri Ahra, aku berusaha menahannya.

“Noona siapa?” tanyanya polos.

“Kau bisa panggil aku, Ahra.” jawab Ahra yang perlahan membungkuk, ia tersenyum pada Hyunnie. Aku jadi teringat saat Sooyoo menolong Hyunnie saat terjatuh, senyumnya persis seperti itu.

“Ahra? Park Ahra?!” Hyunnie nampak kaget. Ahra yang bingung hanya mengangguk. “Kau! Kau yang disebut-sebut hyung sebagai yeoja aneh!” Hyunnie berteriak girang. Refleks, aku menghampirinya dan langsung membekap mulutnya.

“Hyunnie-ah, kita pergi yuk!” ajakku sambil menariknya. Mulutnya masih kubekap.

“Soohyun!” aku menoleh, kini Ahra sudah berkacak pinggang.

“Wae?” tanyaku dengan nada yang agak tinggi. Ahra menunduk.

“Memang aku aneh sekali ya?” gubraakkk, ku kira mau marah lagi. Karena masih kesal padanya, aku jawab sejujur-jujurnya.

“Iya. Aneeeehhhh banget. Hyunnie, kajja! Kita beli es krim!” aku menarik Hyunnie namun ia tidak bergerak juga ia menatapku lalu menoleh pada Ahra yang sudah duduk dengan wajah tertunduk. Kenapa dia?

Aku mendekat lalu duduk disebelahnya, saat aku menengok ke wajahnya, waaahhhh dia ingin menangis! “Ah, Ahra! Aku kan cuma bercanda!” seruku sambil tertawa, namun ia tidak menoleh sedikit pun.

Hyunnie menghilang entah kemana. Teman-temannya pun tidak ada. Ah, mungkin main ucing sumput (di korea namanya ucing sumput yah!?). Buktinya ada seorang anak yang tengok kanan kiri sejak tadi.

“Mau es krim?”

Ahra POV

“Mau es krim?”

Mwo!? Namja ini kenapa sih? Tadi galak sekarang baik. Dasar namja anehh!!! Aku hanya mengangguk tanpa menoleh padanya sedikitpun. Gini-gini aku mau es krim. ^^

Lewat ekor mataku, aku melihat Soohyun bangkit lalu meninggalkanku. Benarkah dia mau membeli es krim? Ada apa dengannya?! Aisshhh, Ahra babo! Harusnya kamu seneng kalo Soohyun kayak gini! Tapi kok aku ngerasa dia berubah secepat itu?

Beberapa menit kemudian, Soohyun datang sambil menenteng kantong plastik besar. Dia beli apa? “Hyunnie! Ajak teman-temanmu kesini!” serunya sambil terus berjalan kearahku. Tepat didepanku ia menyodorkan es krim cone kesukaanku. Aku menerimanya tanpa berkata apa-apa.

Anak kecil yang dipanggilnya Hyunnie itu menghampirinya bersama semua teman-teman mainnya. Satu orang diberi satu es krim! Kaya benar namja ini!

Ia duduk disebelahku lalu menikmati es krimnya sendiri. Es krimku masih aku pegang belum terbuka sedikitpun. “Kenapa tidak dimakan? Gak suka?” tanya suara disebelahku. Aku menggeleng lalu membuka es krimku.

“Gomawo.” ucapku pendek. Soohyun tidak menyahut, ia terus melihat anak kecil yang bernama Hyunnie itu bermain bersama teman-temannya sambil makan es krim. Terkadang ia tertawa-tawa melihat Hyunnie atau teman-temannya.

“Kau baik sekali menemani adikmu main.” komentarku sambil melipat tangan dan terus memakan es krimku.

Soohyun tersedak, beruntung ada sebotol air minum ditasku, lalu kuberikan padanya. “Gomawo.” ia mengembalikan botol minumku sambil menyerka air di mulutnya (ihh, apaan tuhhh?).

“Adik katamu?” tanya Soohyun sambil memandangku seakan tidak percaya. Aku mengangguk pelan. Ia tertawa lalu memanggil anak kecil itu, “Kami kembar.” MWO!? KEMBAR!? TWINS!? kok beda umur gini?!

“Kembar!? Kan kalian beda umur!” bantahku, yakin Soohyun bercanda.

“Kalau tidak percaya, tanyakan siapa namanya.” Soohyun mendorong Hyunnie agar mendekat padaku.

“Namamu siapa?” tanyaku berusaha tenang. Ia tersenyum polos padaku.

“Namaku Shin Soohyun!” MWO!? Ini april mop ya? Sadar sadar!

“Kok bisa sih?!”

Soohyun POV

Rasanya ingin ketawa melihat wajah Ahra yang syok setelah Hyunnie menyebutkan namanya. Karena tidak tahan, akhirnya aku tertawa juga. Diikuti Hyunnie dengan tawa lucunya. Ahra memasang tampang sewot lalu bertanya, “Kok bisa sih?!”

Aku menceritakan semuanya. Hyunnie mirip denganku saat aku kecil dan namanya pun sama. Dan semua tentang aku dan dia yang mirip. Ahra melongo, waaahhh ternyata aku dan Hyunnie bisa balas dendam dengan membuatnya bingung!

“Jadi kau kesini karena ingin bertemu dengannya?” tanya Ahra meminta kesimpulannya.

“Bukan hanya itu. Tempat ini penuh kenangan bagiku.” jawabku sambil menatap langit yang sangat indah sore ini.

“Kenangan?”

“Kau tahu, Han Sooyoo tidak?” tanyaku tanpa menoleh padanya.

“Oh! Sooyoo unnie! Bintang multitalented itu kann?!” teriaknya semangat, saat aku menoleh wajahnya berubah sedih.

“Ya, Sooyoo, yeojachingu-ku. Meninggal disini.”

“Mwo? Disini?” tanyanya lirih. Aku mengangguk sambil tersenyum. Mataku masih mengarah ke langit. Seakan aku tersenyum pada Sooyoo yang ada disana. “Aku juga…”

Aku menoleh karena bingung, ia menunduk. “Namjachingu-mu meninggal disini juga?” tanyaku heran. Ia menggeleng.

“Eomma………appa………” ia menoleh padaku lalu menoleh ke depan. “Aku kehilangan mereka disini. Eommaku seorang detektif yang hebat waktu itu, sedangkan appaku adalah polisi yang hebat juga.” cih, kok malah nyombongin ortunya sih?

“Terus?” gumamku sambil melipat tangan dan menatap langit (lagi).

“Dulu ada baku tembak disini. Appa tertembak dan eommaku langsung menghampirinya, jadi…dia ikut tertembak juga. Aku disana, didalam mobil. Aku menyaksikan kejadiannya.” saat aku menoleh, kulihat setitik air mata di ujung matanya. Entah kenapa, aku tergerak ingin menghapusnya. Ahra terperajat saat aku melakukan itu.

“Ah, sudah jam segini. Hyunnie harus pulang, aku pergi dulu ya.” aku bangkit lalu menghampiri Hyunnie. Aku tidak berani menoleh padanya.

+ + +

Kalian percaya tidak? (Tidaakk!!) Sekarang aku jadi berteman dengan Ahra. Walaupun kami memang sering bertengkar, tapi cepat sekali baikan. Dan aku sadar, ada banyak kesamaan antara Ahra dan Sooyoo. Ramah, lucu, ceroboh, kalau mewek jelek banget, kalau senyum maniss dah!

Aku telah melakukan kesalahan. Aku berjanji untuk setia pada Sooyoo dan tidak melupakannya. Namun, sekarang aku sedang melakukannya. Aku bersama yeoja lain, Sooyoo pasti kecewa padaku.

Lalu aku memutuskan untuk perlahan menjauhi Ahra. Tapi dia malah semakin giat mendekatiku. Arggghhhh, serba salah!

“Hyunnie-ah!” jahhh, lagi-lagi dia. Ia berlari mengejarku lalu menggandeng tanganku. “Kau mau kemana?”

“Pulang.”

“Kita jemput Hyunnie kecil yuk!” ajaknya semangat. Aku menggeleng. “Wae?”

“Shirreo.” tolakku lalu melepaskan tangan Ahra dari lenganku.

“Kau kenapa sih?!” Ahra menghadangku sambil merentangkan tangannya didepanku. Malu, orang-orang menatap kami. Aku menariknya pergi ke halaman belakang kampus. Yang sepi gitu loh!

“Berhenti memperhatikanku.” ujarku tegas lalu memasukkan tanganku ke saku rompi.

“Waeyo?” tanyanya dengan wajah sedih. Aku memandangnya lama, hingga suatu hal terlintas dipikiranku.

“Kiss me.” ucapku begitu saja. Aku juga kaget dengan diriku sendiri, bisa-bisanya menyebutkan itu tanpa ekspresi apapun.

Ahra yang terkejut, perlahan mendekatkan wajahnya ke wajahku aku berusaha menjauh namun tubuhku tidak mau bergerak. Aku menutup mata karena tidak ingin melihat, terasa sesuatu yang lembut di bibirku. Setelah hal itu menjauh (apaan, Soohyun?), aku membuka mata.

“Kenapa kau melakukannya?!” teriakku kaget, benar-benar kaget.

“Kan kau yang menyuruhku!” balasnya tak mau kalah.

“Kenapa kau menurutinya?!”

“Kau pasti ngambek kalau tidak kuturuti!” terus saja pertengkaran kami berlanjut.

Eunri POV

Belakangan ini Ahra jarang sekali bersamaku. Biasanya kita ke kantin bareng, pulang bareng, berangkat bareng, pergi kemana-mana bareng, dia kemana sih!?

Aku melangkah menuju halaman belakang kampus, itu tempat favorit kami jika sedang ingin menenangkan diri. Upss, apa yang aku lihat ini hanya ilusi? Ahra…Soohyun?! Berciuman!!?? (Merinding aku pas ngetik ini! Hahahahah)

Andwae, Ahra jahat! Kami dari dulu sama-sama menyukai Soohyun dalam arti fans. Sebenarnya hanya Ahra yang fans, katanya ia sangat mengagumi Soohyun, tapi aku bukan sekadar fans, aku benar-benar menyukainya, sampai aku bela-belain satu universitas dengannya hanya untuk mendapatkan Soohyun.

Setelah Han Sooyoo meninggal, aku merasa ada kesempatan. Tapi kenapa malah Ahra yang ambil kesempatan itu?! Ahra jahat, katanya sahabat kok nusuk dari belakang sih? (lagu Mahadewi, huahaahhaha)

Karena tidak tahan dengan pemandangan itu, aku berlari pergi. Air mataku tumpah, dan aku tidak bisa menahannya lagi. Tidak kusangka sahabatku menghianatiku.

TE-BE-CE ^^

Gimana…, rame ga ? Sekarang aku mengutamakan Soohyun ma Ahra, bukan Soohyun ma Hyunnie lagi! Tunggu mungkin part 4 adalah part terakhir, bagaimana kelanjutan kisah Soohyun dan Ahra? Terus Eunri gimana yaaa ?????? Jangan lupa komen n kasih jempol diatas! Annyeong!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s